BERITA

Bagaimana kami bisa membantu Anda?

Anda dapat menghubungi kami melalui cara apa pun yang paling nyaman bagi Anda. Kami siap melayani Anda 24 jam sehari, 7 hari seminggu melalui email atau telepon.

Produk Baru

Cara mengatasi kerusakan turbocharger

Bagaimana cara mengatasi kerusakan turbocharger?

Turbocharger digunakan untuk meningkatkan tenaga mesin dan mengurangi emisi dari komponen-komponen penting. Penggunaan yang tidak tepat serta perawatan yang kurang memadai dapat menyebabkan turbocharger rentan mengalami kerusakan, sehingga mesin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam makalah ini, beberapa jenis kerusakan turbocharger yang umum serta metode penanganannya dijelaskan sebagai berikut:
Tumpahan minyak
Fenomena: konsumsi bahan bakar sangat tinggi, namun warna asap knalpot tetap normal, dan tenaga mesin tidak berkurang.
Alasan: Hal ini biasanya disebabkan oleh kebocoran oli.
Pendekatan:
1. Sebaiknya periksa terlebih dahulu apakah pipa eksternal pada sistem pelumasan mesin (termasuk pipa masuk dan pipa balik turbocharger) bocor;
2. Periksa apakah ada oli di saluran pembuangan turbocharger. Jika terdapat oli, hal ini menandakan bahwa cincin penyegel pada bagian turbin telah rusak; gantilah cincin penyegel tersebut.
Fenomena: bahan bakar habis dalam jumlah besar, asap knalpotnya berwarna biru, tetapi tenaganya tidak berkurang.
Alasan: Karena tekanan oli di sisi turbocharger, oli mesin yang masuk melalui manifold hisap mesin ke dalam ruang bakar akibat pembakaran, terdapat beberapa kemungkinan:
1. Pipa pengembalian oli turbocharger tidak tersumbat; oli di bantalan pada bagian tengah rakitan rotor menumpuk tekanan gas berlebih di sepanjang poros rotor hingga masuk ke impeller.
2. Jika bagian cincin penyegel atau cincin penolak oli yang berdekatan dengan ujung impeler kompresor mengalami kerusakan, oli akan masuk ke ruang impeler, kemudian tertekan oleh udara ruangan setelah melewati tabung dan masuk ke ruang pembakaran melalui saluran masuk.
Pendekatan:
1. Buka pipa lurus (selang karet) pada saluran keluar kompresor atau saluran masuk mesin, periksa ujung pipa dan pastikan tidak ada gumpalan minyak yang menempel di dinding pipa. Jika ya, periksa apakah pipa pengembalian oli turbocharger lancar. Misalnya, jika hal ini disebabkan oleh penyumbatan di bagian tengah pipa akibat terlalu banyak oli, pipa pengembalian harus dibersihkan untuk mengatasi penyumbatan tersebut.
2. Misalnya, kebocoran yang disebabkan oleh kerusakan pada ujung impeller akibat kerusakan cincin penyegel atau cincin oli, maka turbocharger yang mengalami kerusakan tersebut harus diperbaiki.
Tiga gejala: konsumsi bahan bakar yang sangat tinggi, keluarnya asap biru dari knalpot, dan penurunan tenaga.
Alasan:
1. Selisih antara tingkat keausan piston dan silinder terlalu besar, sehingga oli bocor ke ruang bakar dan terbakar.
2. Udara yang dihirup mengalami peningkatan tekanan selama proses tersebut, sehingga aliran udara mengalami hambatan. (Misalnya, penyumbatan filter udara, selang hisap masuk yang berubah bentuk atau tergencet, dll.), tekanan masuk kompresor menjadi lebih rendah, sehingga menyebabkan kebocoran oli ke dalam kompresor, yang kemudian terbakar bersama udara terkompresi di dalam ruang bakar.
Pendekatan:
1. Periksa saluran masuk udara dan pastikan tidak ada oli yang menempel hingga menutupi dinding saluran, sehingga menyebabkan aliran udara terhambat atau filter udara tersumbat.
2. Jika terdapat nozel oli, pastikan dindingnya bersih atau ganti filter udara.
Suara gesekan logam
Gejala: asap knalpot, penurunan tenaga, dan terdengar suara aneh dari sistem penguat suara.
Alasan:
1. Jika terdengar suara gesekan logam, hal itu disebabkan oleh keausan berlebihan pada bantalan rotor atau bantalan dorong turbocharger, serta gesekan antara impeler dan cangkang turbocharger.
2. Jika suara yang terdengar bukanlah suara gesekan logam, melainkan suara udara, hal itu disebabkan oleh putaran berkecepatan tinggi rotor turbocharger, yang menghasilkan suara tersebut, atau suara yang timbul di saluran knalpot akibat kebocoran udara yang disebabkan oleh sambungan yang tidak rapat.
Pendekatan:
(1) Penggantian komponen yang sudah aus tersebut perlu dipertimbangkan untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak.
2. Yang terakhir ini perlu dibedakan dengan cermat sebagai solusi yang terarah.
Kerusakan bantalan turbocharger
Gejala: kerusakan bantalan turbocharger, penurunan tenaga mesin, konsumsi oli yang tinggi, asap hitam, dan pada kasus yang parah, turbocharger tidak berfungsi.
Alasan:
1. Tekanan dan aliran oli yang tidak memadai.
a. pasokan oli untuk bantalan jurnal dan bantalan dorong turbocharger;
b. di antara rotor dan poros bantalan untuk mencegah kekurangan oli pelumas;
c. Booster beroperasi pada kecepatan tinggi, sementara pasokan oli tidak tepat waktu.
2. Masuknya kotoran atau endapan ke dalam sistem pelumasan.
3. Kerusakan oksidatif pada minyak.
a. Minyak solar Cuanguo menjadi terlalu panas di antara piston dan dinding silinder akibat gas yang terlalu banyak;
b. kebocoran air pendingin ke dalam oli mesin;
c. pemilihan oli yang tidak tepat dan tidak adanya penggantian oli secara berkala.
Pendekatan:
1. Pastikan tekanan oli normal dan jumlah oli sesuai dengan yang disyaratkan.
2. Sesuai dengan ketentuan, lakukan penggantian oli secara berkala, dan pastikan oli tetap bersih.
3. Patuhi peraturan dengan ketat; penggunaan minyak tidak boleh dicampur.
4. Hindari mengoperasikan mesin pada suhu tinggi, dan jaga agar suhu operasi mesin tetap normal.

Apa pun kebutuhan Anda, peralatan kami akan memastikan bisnis Anda selalu berjalan lancar.